Searching...
Rabu, 24 Juli 2019

Mini Lab untuk Belajar Linux

Juli 24, 2019
UBUNTU SERVER

Selain mumpuni di Desktop environment, Ubuntu merupakan salah satu distro favorit untuk digunakan sebagai server, selain Centos ataupun Redhat. Saat ini (Juli 2019) Ubuntu sudah mengeluarkan versi 19.04 dengan codename Disco Dingo. Namun, disini saya akan nge-lab dengan menggunakan Ubuntu Server 16.04. Untuk penerapan di dunia nyata sebaiknya menggunakan versi 64 bit. Kenapa 64 bit? Karena tentu saja secara performa jauh lebih baik dari 32 bit, tapi tentu saja tergantung dari dukungan hardware yang akan kita gunakan sebagai media server. Untuk hardware sekarang sebagian besar sudah support prosesor 64 bit, jadi tidak ada salahnya untuk menggunakan arsitektur serupa di versi ubuntu nya.

Linux tidak seperti sistem operasi Windows, dimana Memory yang terbaca untuk OS versi 32 bit maximal hanya 4 GB. Namun di distro-distro Linux yang sekarang, untuk OS 32 bit maximal bisa mencapai 64 GB. Jadi mitos OS 32 bit hanya mampu membaca 4 GB RAM kebawah hanya ada di Windows.

Disini saya menggunakan VirtualBox (VM) untuk membangun Lab sederhana, jadi hanya membutuhkan satu laptop/PC saja kita sudah bisa berdansa dengan berbagai macam OS, tentunya jika spek Laptop/PC kita rendah, dansa nya gantian, kalau spek Laptop/PC kita gede, ya monggo mau dansa bareng-bareng beberapa distro sekaligus atau bahkan ditemenin mikrotik dan perangkat virtual lainnya pake GNS3.

Untuk Setup LAB nya sederhana saja, saya hanya menggunakan satu PC dengan spesifikasi yang tidak terlalu mewah sebagai tempat menampung vm yang nanti didalamnya diinstall Linux Ubuntu, lalu saya gunakan laptop untuk melakukan aktivitas remote, dan tentunya buat sekaligus nulis blog ini... hehehehe.

Berikut gambaran sederhana mini lab nya, kira-kira seperti gambar dibawah ini.
Setup Mini Lab sederhana untuk Belajar Linux Ubuntu
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar